Narasi Visual Pedagang Kaki Lima Di Kiaracondong
Kata Kunci:
PKL, Desain Komunikasi Visual, Narasi VisualAbstrak
Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kiaracondong menghadirkan beragam bentuk komunikasi visual yang tumbuh dari praktik keseharian masyarakat urban. Elemen visual seperti spanduk dagangan, tipografi manual, pemilihan warna, ilustrasi menu, dan bentuk gerobak tidak hanya berfungsi sebagai media informasi dan promosi, tetapi juga membangun narasi visual yang merepresentasikan identitas, nilai budaya, dan relasi sosial antara pedagang dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji narasi visual pedagang kaki lima di Kiaracondong melalui pendekatan antropologi visual dalam perspektif Desain Komunikasi Visual.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi visual, meliputi observasi lapangan dan dokumentasi visual. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk membaca makna visual pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual PKL di Kiaracondong membentuk narasi tentang kedekatan sosial, strategi bertahan hidup ekonomi, serta identitas lokal masyarakat perkotaan. Visual keseharian PKL tersebut menjadi medium komunikasi budaya yang penting dan relevan untuk dikaji dalam disiplin Desain Komunikasi Visual dan antropologi visual.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 VisualRaya : Jurnal Seni, Desain dan Visualisasi Digital

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











