Narasi Visual Pedagang Kaki Lima Di Kiaracondong

Authors

  • Ihsan Muhamad Azis Universitas Teknologi Digital
  • Fajar Hasbi Alfaqih Universitas Teknologi Digital

Keywords:

PKL, Desain Komunikasi Visual, Narasi Visual

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kiaracondong menghadirkan beragam bentuk komunikasi visual yang tumbuh dari praktik keseharian masyarakat urban. Elemen visual seperti spanduk dagangan, tipografi manual, pemilihan warna, ilustrasi menu, dan bentuk gerobak tidak hanya berfungsi sebagai media informasi dan promosi, tetapi juga membangun narasi visual yang merepresentasikan identitas, nilai budaya, dan relasi sosial antara pedagang dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji narasi visual pedagang kaki lima di Kiaracondong melalui pendekatan antropologi visual dalam perspektif Desain Komunikasi Visual.

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi visual, meliputi observasi lapangan dan dokumentasi visual. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk membaca makna visual pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual PKL di Kiaracondong membentuk narasi tentang kedekatan sosial, strategi bertahan hidup ekonomi, serta identitas lokal masyarakat perkotaan. Visual keseharian PKL tersebut menjadi medium komunikasi budaya yang penting dan relevan untuk dikaji dalam disiplin Desain Komunikasi Visual dan antropologi visual.

Published

2026-01-01

How to Cite

Ihsan Muhamad Azis, & Fajar Hasbi Alfaqih. (2026). Narasi Visual Pedagang Kaki Lima Di Kiaracondong. VisualRaya : Jurnal Seni, Desain Dan Visualisasi Digital, 2(1), 57–68. Retrieved from //ejournal.digitechuniversity.ac.id/index.php/visualraya/article/view/190