Tradisi Rasi Di Kampung Cirendeu Dalam Perspektif Antropologi Visual Universitas Teknologi Digital
Kata Kunci:
rasi, antropologi visual, semiotika visual, identitas budaya, desain komunikasi visualAbstrak
Tradisi pangan Rasi di Kampung Adat Cireundeu merupakan praktik budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai konsumsi pangan, tetapi juga sebagai representasi visual identitas etnik masyarakatnya. Rasi, berbahan dasar singkong, menjadi simbol kemandirian dan penolakan terhadap dominasi beras padi dalam sistem pangan nasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji makna budaya yang terkandung dalam visualitas tradisi Rasi melalui pendekatan Antropologi Visual. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi partisipan, perekaman visual (fotografi dan video), serta wawancara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan semiotika visual Roland Barthes untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam representasi visual Rasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasi berfungsi sebagai artefak visual yang menegaskan identitas non-beras, nilai kesederhanaan, serta ketahanan pangan lokal. Visualitas Rasi membangun narasi budaya yang kuat dan relevan sebagai dasar pemahaman serta perancangan identitas visual berbasis kearifan lokal
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 VisualRaya : Jurnal Seni, Desain dan Visualisasi Digital

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











